BerandaNewsLebih dari 50 Persen Peserta Voting Twitter Elon Musk Ingin Ia Mundur...

Lebih dari 50 Persen Peserta Voting Twitter Elon Musk Ingin Ia Mundur dari Posisi CEO

Belum lama ini, CEO Tesla Elon Musk melakukan voting untuk posisinya sebagai CEO Twitter, di mana lebih dari 50 persen berharap ia mundur dari jabatan tersebut.

Kurang dari dua bulan lalu, salah satu orang terkaya di dunia tersebut telah mengakusisi platform sosial media Twitter, mencoba membawa beberapa perubahan yang menuai beragam reaksi dari pengguna.

Banyak Pengguna Twitter Menginginkan Elon Musk Mundur dari Posisi CEO Twitter 

Berdasarkan laporan Reuters, Pada hari Minggu malam (18/12/2022) Elon Musk membuat jajak pendapat di akun Twitter-nya, terkait posisinya sebagai CEO di platform sosial media tersebut.

“Haruskah saya mundur sebagai Pemimpin Twitter? Saya akan mematuhi hasil polling ini,” tulis voting tersebut.

- Advertisement -

Pada saat penulisan, ada sekitar 57,5 persen suara dari 17,50 juta responden yang menjawab “Iya,” alias ingin Musk mundur sebagai Pemimpin Twitter.

Meski ia mengatakan akan mengikuti apa pun hasil dari voting tersebut, tetapi belum ada kejelasan tentang kapan ia akan mengundurkan diri jika hasil lebih banyak menjawab “Iya.”

Di tengah badai ekonomi, saham perusahaan yang dipimpin oleh Musk, seperti Tesla, telah merosot tajam. Pihak Produsen mobil listrik tersebut pun khawatir akan berkurangnya peran Musk di perusahaan setelah menjadi Pemimpin Utama di sosial media biru tersebut.

“Tampaknya pemerintahan Musk sebagai CEO Twitter akan berakhir dan dengan demikian menjadi [sentimen] positif besar bagi saham Tesla, mulai perlahan-lahan menghapus gangguan ini dari cerita,” ungkap Analis dari Wedbush Securities, Dan Ives.

Terkait fokusnya terhadap kepemimpinan perusahaan, Musk telah mengatakan kepada pengadilan Delaware bahwa dia akan mengurangi waktunya di Twitter pada bulan November kemarin.

Selain itu, CEO SpaceX tersebut juga mengatakan akan menemukan pemimpin baru untuk menjalankan Twitter, menggantikan dirinya.

Sekadar informasi, sebelum melakukan voting tersebut, Musk telah menambah kebijakan untuk penggunaan Twitter, di mana pengguna tidak diperkenankan untuk mem-posting tautan yang mengarah ke situs sosial media pesaing.

Mencari Pendanaan Baru

Di sisi lain, Elon Musk pekan lalu diketahui tengah mencari pendanaan baru untuk Twitter.

- Advertisement -

Reuters melaporkan, informasi tersebut berasal dari salah satu investor, yaitu Ross Gerber, Presiden dan CEO di Gerber Kawasaki Wealth and Investment Management.

Ross mengungkapkan bahwa dirinya telah dihubungi oleh perwakilan CEO Tesla tersebut, bertujuan untuk menawarkan lebih banyak saham di harga US$54,20, sama dengan harga pasar.

Sejak dipimpin Elon Musk, para pengiklan di Twitter memilih untuk pergi karena cara kepemimpinannya yang mengkhawatirkan.

Hal tersebut menggerus pendapatan platform sosial media tersebut, sehingga kian sulit untuk melunasi hutang yang diambil Musk untuk mengakuisisi platform senilai US$13 milyar.

Sekadar informasi, awal pekan kemarin, Musk telah kembali menjual saham Tesla senilai US$ 3,6 milyar. Sehingga, total saham Tesla yang telah dijual tahun ini menjadi US$40 milyar.

Pada akhirnya, jagad Twitter menantikan hasil akhir dari voting, di mana jika tetap berakhir dengan mayoritas jawaban “Iya,” maka CEO baru haruslah lebih kompeten dan menjanjikan. [st]

 

Terkini