BerandaNewsPembelian Emas Bank Sentral di Q1 2023 Mencetak Rekor Tertinggi

Pembelian Emas Bank Sentral di Q1 2023 Mencetak Rekor Tertinggi

Selama kuartal pertama tahun ini, bank sentral menunjukkan permintaan yang kuat untuk emas, menurut laporan terbaru dari World Gold Council (WGC), yang menyimpan statistik global tentang produksi dan permintaan emas.

Bitcoin News melaporkan bahwa, laporan Gold Demand Trends mengungkapkan bahwa bank sentral secara konsisten membeli emas, mengakuisisi hampir 230 ton selama Q1 2023. Ini menandai peningkatan 176 persen dari pembelian mereka pada Q1 2022, menunjukkan permintaan yang kuat.

Namun, jika dibandingkan dengan angka dari kuartal sebelumnya, bank sentral dan institusi lain secara signifikan mengurangi permintaannya, membeli 150,2 ton emas lebih sedikit.

Borong Emas 

Meskipun informasi yang terbatas dan pelaporan yang tertunda membuat sulit untuk memprediksi apakah permintaan emas akan naik atau turun tahun ini, WGC tetap optimis tentang hasilnya.

- Advertisement -

Laporan tersebut menyatakan bahwa “niat telah menjadi indikator terkemuka untuk pembelian selama beberapa tahun terakhir dan survei bank sentral kami menunjukkan sedikit perubahan pada tren positif.”

Menurut laporan WGC, empat institusi melakukan pembelian emas terbanyak selama kuartal tersebut.

Monetary Authority of Singapore (MAS) melaporkan peningkatan 69 ton, dengan cadangan emasnya mencapai 222 ton, peningkatan 45 persen dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

Tiongkok berada di tempat kedua, dengan People’s Bank of China (PBoC) membeli 120 ton, membawa cadangan emas Tiongkok menjadi 2.068 ton.

Tiongkok secara konsisten membeli emas sejak November, menambahkan 102 ton ke cadangan emasnya selama periode lima bulan. Pada bulan Maret, PBOC melaporkan pembelian 18 ton.

Turki adalah negara lain yang membeli jumlah emas yang signifikan selama Q1, menambahkan 45 ton tetapi juga menjual 15 ton di pasar internal setelah larangan impor emas sementara.

Itu meninggalkan cadangan emasnya menjadi 572 ton, mewakili lebih dari 30 persen dari cadangan bank sentralnya. India juga membeli 7 ton emas selama Q1, mencatat cadangan emas nasional sebesar 795 ton.

Mengapa Bank Sentral Beli Emas?

Bank sentral membeli emas karena emas dianggap sebagai aset yang aman dan stabil. Emas sering dianggap sebagai bentuk perlindungan terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi, karena harganya cenderung naik ketika ekonomi sedang tidak stabil.

- Advertisement -

Selain itu, emas juga dapat membantu mengurangi risiko valuta asing yang dimiliki oleh bank sentral, karena emas dapat dijadikan cadangan nilai yang stabil dan dapat diandalkan dalam jangka panjang.

Oleh karena itu, langkah tersebut dapat membantu bank sentral melindungi cadangan kekayaannya dan mengurangi risiko ekonomi. [st]

 

Terkini